Membuat konten perlu memperhatika berbagai macam kaidah dan normal sosial agar konten tersebut berkualitas dan tidak menimbulkan dampak negatif bagi diri sendiri maupun orang lain.
Konten dapat diproduksi mengikuti kaidah Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika, apa maksudnya? Berikut jawaban dan penjelasan lengkapnya.
Produksi konten yang berlandaskan Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika sebaiknya memenuhi karakteristik:
A. Terlibat dalam komunitas digital atau kampanye digital yang memperluas jejaring program maupun target sasaran yang beragam
B. Cinta kasih, kesetaraan, harmoni dalam keberagaman, demokrasi dan kekeluargaan
C. Penyertaan sikap yang mengamplifikasi pesan, direpresentasikan dalam simbol/emoticon
D. Jumlah komunitas digital dan atau aktivitas digital yang diinisiasi, dikelola dan dipimpin cukup signifikan
B. Cinta kasih, kesetaraan, harmoni dalam keberagaman, demokrasi dan kekeluargaan
Produksi konten dapat berlandaskan pada Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika jika memenuhi beberapa kriteria berikut: kesetaraan, harmoni, demokrasi, cinta kasih, dan persatuan.
Kenapa konten harus berlandaskan pada kriteria tersebut? Tentu saja agar konten menjadi berkualitas, tidak bersifat menyunggung atau memecah belah, serta dapat bermanfaat bagi orang lain yang menontonnya.
Simak juga: Istilah serapan dalam bidang teknologi
Dapat disimpulkan bahwa membuat konten tidak boleh dilakukan asal-asalan. Konten di media sosial merupakan sesuatu yang dilihat oleh banyak orang. Konten dapat membawa dampak positif juga negatif tergantung kualitas konten tersebut.