Indoinside.com – Sebagai karyawan yang bekerja di suatu pabrik atau perusahaan, kita seharusnya patuh dengan peraturan yang telah ditetapkan perusahaan. Misalnya peraturan untuk tidak terlambat, tidak mencuri waktu, jujur dalam bekerja, serta bersikap sopan dengan rekan kerja.
Jika melanggar peraturan di tempat kerja, konsekuensinya akan sangat buruk bagi diri kita sendiri. Pelanggaran sering kita lakukan bukan tidak mungkin lepas dari pengawasan atasan atau pihak perusahaan. Jika sudah waktunya, bisa saja kita terkena pemutusan hubungan kerja (PHK).
Sebelum karir kita berakhir karena kesalahan pribadi, sebaiknya kita harus sadar dan menghindari hal-hal yang tidak boleh dilakukan di tempat kerja. Apa saja? Berikut beberapa contohnya.
Kebiasaan sering datang terlambat ke tempat kerja akan merusak reputasi kita dan lama kelamaan bisa mendapat sanksi atau bahkan pemutusan kerja.
Bahkan meski perusahaan terlihat “kurang peduli” jika ada karyawannya yang datang terlambat, kita harus menjauhi sikap seperti ini.
Sebaliknya, kita usahakan tepat waktu untuk meningkatkan kualitas diri dan kepercayaan perusahaan. Nilai positifnya, posisi kita dalam bekerja akan lebih aman, bahkan berkemungkinan bisa naik jabatan.
Ketika berbincang dengan rekan kerja ataupun atasan, gunakanlah bahasa yang sopan, halus, dan tidak menyinggung. Jika kita bersikap tidak sopan, maka perusahaan tidak akan segan memberhentikan kita.
Hindari melakukan hal-hal yang buruk terkait kebersihan tempat kerja. Contohnya seperti membuang sampah sembarangan, makan dan minum di meja kerja, mengotori lantai kantor, jarang cuci tangan, kurang menjaga kebersihan diri, dan lain sebagainya.
Baca juga: Jika diberi pekerjaan baru yang belum pernah dilakukan, apa langkah kita?
Sering sekali dijumpai pekerja yang berusaha mencuri-curi waktu untuk istirahat atau melakukan aktivitas lain di jam kerja. Kebiasaan buruk ini tentu akan menurunkan kepercayaan perusahaan terhadap diri kita. Dampaknya tentu sangat buruk bagi jangka panjang.
Jika Anda sering bolos masuk kerja karena perusahaan terlihat tidak peduli, sebaiknya Anda berhati-hati karena tindakan yang Anda lakukan melanggar aturan dan bisa dikenai pemutusan kerja sepihak.
Selain mengurangi efektivitas dalam bekerja, menggunakan HP atau gadget lain ketika jam kerja sangat dilarang. Hampir semua pabrik/perusahaan memberlakukan peraturan seperti ini, jadi Anda harus berhati-hati dan sebaiknya tidak melanggar aturan tersebut.
SOP (Standar Operasional Prosedur) merupakan panduan terstruktur yang harus dipahami dan diikuti oleh karyawan. SOP bukan sekadar peraturan, tapi sebuah panduan yang mementingkan keselamatan dalam bekerja. Mengabaikan SOP berarti mendekatkan diri sendiri pada risiko kecelakaan kerja.
Ketika kita membuat suatu kesalahan atau kelalaian, ada baiknya kita tetap bersikap jujur dan memberitahukannya kepada rekan dan atasan daripada berbohong. Konsekuensi jika berbohong akan lebih buruk, sedangkan ketika jujur mungkin atasan masih memaafkan.
Jangan sekali-kali memakai fasilitas yang disediakan perusahaan untuk kepentingan pribadi kita. Misalnya memakai mobil perusahaan untuk menjemput anak, berbelanja, atau keperluan lain di luar kebutuhan kerja.
Setiap perusahaan menetapkan sebuah aturan bagi karyawan agar tidak membocorkan informasi penting atau rahasia perusahaan ke publik. Jika Anda berani melakukannya, konsekuensinya bukan hanya dipecat, tapi Anda bisa terjerat hukum.
Kesimpulannya, ketika berada di tempat kerja kita seharusnya mematuhi semua aturan yang berlaku dan menghindari melakukan hal-hal yang dilarang, seperti mencuri waktu, berbohong, bekerja tidak sempurna, atau yang lainnya.