Indoinside.com – Setelah beberapa hari sebelumnya harga minyak dunia melonjak tinggi akibat perang Iran dengan Israel dan ditutupnya jalur minyak selat Hormus, hari ini terjadi penurunan harga minyak dunia.
Harga minyak dunia mengalami penurunan sekitar 3 persen pada penutupan perdagangan Senin (16/3/2026) waktu setempat atau Selasa (17/3/2026) pagi WIB. Penurunan ini terjadi setelah sejumlah kapal tanker kembali melintasi Selat Hormuz, meski ketegangan di kawasan Timur Tengah masih berlangsung.
Mengutip laporan Reuters, harga minyak mentah berjangka Brent tercatat turun sebesar 2,93 dollar AS atau sekitar 2,8 persen, sehingga berada di level 100,21 dollar AS per barel. Sementara itu, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) asal Amerika Serikat juga melemah cukup signifikan, yakni 5,21 dollar AS atau 5,3 persen menjadi 93,50 dollar AS per barel.
Penurunan pada kedua acuan harga minyak global tersebut dipicu oleh kabar bahwa beberapa kapal tanker telah kembali beroperasi melewati Selat Hormuz. Jalur ini merupakan salah satu rute pelayaran paling vital di dunia karena menjadi lintasan bagi sekitar seperlima pasokan minyak dan gas alam cair (LNG) global.
Baca juga: Video ngopi Netanyahu dicurigai hasil AI
Penurunan harga minyak Amerika Serikat tercatat lebih dalam dibandingkan Brent, yang dipengaruhi oleh sejumlah faktor. Salah satunya adalah produksi minyak mentah AS yang saat ini berada di kisaran mendekati level tertinggi, ditambah dengan meningkatnya pasokan dari impor Venezuela yang turut menekan harga.
Di sisi lain, pelaku pasar juga mulai mengantisipasi rencana pemerintah Amerika Serikat untuk melepas sebagian cadangan minyak strategisnya. Selain itu, tekanan harga semakin terasa seiring mendekatnya jatuh tempo kontrak minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman April yang diperdagangkan di New York Mercantile Exchange pada 20 Maret.
Meskipun begitu, harga minyak dunia saat ini masih berpotensi bergejolak akibat konflik berkepanjangan. Beberapa negara tetap bersiap-siap untuk menghadapi beberapa dampak global tersebut.