Seorang aktivis hak asasi manusia dari Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus, menjadi korban penyiraman air keras oleh orang tak dikenal di Jakarta pada Kamis malam (12/3/2026).
Peristiwa tersebut terjadi saat Andrie tengah mengendarai sepeda motor setelah selesai melakukan rekaman siniar di kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI). Dua pelaku yang berboncengan sepeda motor mendekati korban dan menyiramkan cairan kimia ke arahnya sebelum melarikan diri.
Foto pelaku sempat terekam oleh CCTV dan viral di media sosial. Selang beberapa waktu, muncul unggahan foto kedua pelaku yang tampak jelas.
Banyak dari netizen meyakini bahwa foto tersebut ASLI, namun hal ini dibantah oleh pihak berwenang.
Kepolisian Daerah Metro Jaya menanggapi beredarnya gambar yang disebut-sebut sebagai foto terduga pelaku penyiraman air keras terhadap aktivis Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus. Foto tersebut ramai dibagikan oleh warganet di berbagai platform media sosial dalam beberapa waktu terakhir.
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, menjelaskan bahwa pihak kepolisian telah mengetahui penyebaran gambar tersebut. Dalam rekaman video yang diterima, ia menyampaikan bahwa gambar yang beredar diduga bukan hasil tangkapan asli dari kamera pengawas.
Baca juga: Prabowo perintahkan usut tuntas kasus penyiraman air keras
Menurut Budi Hermanto, foto yang menampilkan dua orang yang disebut-sebut sebagai pelaku kemungkinan merupakan hasil manipulasi menggunakan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Ia juga menuturkan bahwa saat ini memang terdapat tangkapan layar dari rekaman CCTV yang memperlihatkan dua orang, namun keaslian gambar yang beredar di media sosial masih perlu diverifikasi lebih lanjut.
Di tengah berlangsungnya proses penyelidikan, sebuah foto yang disebut-sebut sebagai wajah terduga pelaku penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus, beredar luas di media sosial X. Gambar tersebut dengan cepat menarik perhatian publik dan memicu berbagai spekulasi.
Foto itu diunggah oleh akun bernama @Robe1807 yang dalam unggahannya mendesak aparat kepolisian agar segera menangkap pelaku. Akun tersebut juga menyertakan tangkapan layar dari akun resmi United Nations Human Rights Office yang menyoroti insiden penyiraman air keras terhadap Andrie.
Dalam gambar yang beredar, terlihat dua orang pria sedang berboncengan sepeda motor. Sosok yang berada di depan tampak mengenakan topi berwarna biru muda serta helm hitam, sementara pria yang duduk di belakang terlihat memakai kemeja biru tua tanpa mengenakan helm.
Meski demikian, pihak kepolisian menegaskan bahwa foto tersebut tidak dapat dijadikan sebagai acuan. AKBP Roby Saputra menyatakan bahwa gambar yang beredar di media sosial itu telah melalui proses pengolahan menggunakan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).